Rabu, 08 Juni 2011

RINGKASAN TEORI AKUNTANSI

v  Sejarah akuntansi
Pada abad 15 tepatnya tahun 1494, seorang ahli matematika dari Italia yang bernama Lucas Paciola mengarang buku yang berjudul Summa de Arithmatica Proportional et Proportionalita. Sebenarnya buku itu berisi ilmu pasti, tetapi beberapa bagian dari buku itu membahas akuntansi, dengan judul Tractus de Computis et Scriptorio. Di dalam buku tersebut dikenalkan system pembukuan berpasangan atau system kontinental, dimana pencatatan dilakukan dengan dua sisi yaitu debit dan kredit yang istilah latinnya debere dan credere. Oleh para ahli dikembangkan idenya, maka lahirlah tata buku, sehingga pembukuan berpasangan selanjutnya berkembang ke eropa, amerika, belanda sitem pembukuan ini di belanda dikenal dengan system continental, sedangkan di amerika disebut sitem Anglo Saxon yang disebut accounting (akuntansi). Karena awal gagasan buku ini dari Lucas Paciolo, maka dia diangkat menjadi Bapak akuntansi.      
v  Pengertian akuntansi
Pengertian menurut American Accounting Association adalah proses mengidentifikasikan, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi dalam perusahaan sehingga dimungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut.
Akuntansi menurut american institute of certified public accountants (AICPA) akuntansi adalah suatu kegiatan jasa. Fungsinya adalah menyediakan data kuantitatif, terutama yang mempunyai sifat keuangan, dari kesatuan usaha ekonomi yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan-keputusan ekonomi dalam memilih alternative-alternatif dari suatu keadaan.  
Akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan, dan peringkasan transaksi dan kejadian yang besifat keuangan dengan cara berdaya guna dan dalam bentuk satuan uang dan penginterprestasian hasil proses tersebut.  
Dari definisi diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa akuntansi merupakanhal berikut
a)      Suatu proses yang terdiri dari identifikasi, pengukuran, dan pelaporan informasi ekonomi. (hal ini dipandang dari segi kegiatan akuntansi)
b)      Informasi ekonomi yang berguna dalam penilaian dan pengambilan keputusan mengenai kesatuan usaha yang bersangkutan. (hal ini dipandang dari segi manfaat akuntansi)
v  Fungsi dan Tujuan akuntansi
Fungsi akuntansi adalah menyediakan informasi keuangan yang bersifat kuantitatif yang berguna dalam penilaian dan pengambilan keputusan mengenai perusahaan yang bersangkutan.
Tujuan utama akuntansi adalah menghasilkan informasi ekonomi dari suatu perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
v  Pemakaian Informasi dan Kegunaannya
Pemakaian informasi akuntansi dikelompokan menjadi dua yaitu
1.      Pihak intern yakni pihak yang bertanggung jawab melaksanakan jalannya perusahaan, dalam hal ini manajemen.
2.      Pihak ekstern yakni pihak yang berhubungan dengan perusahaan, tetapi hanya pada batas-batas tertentu. (pemilik, calon pemilik, kreditor, calon kreditor, badan pemerintah/pajak, pegawai/karyawan, pemasok dan kreditor usaha lainnya, pelanggan dan masyarakat)
Kegunaan informasi akuntansi adalah
1.      bahan penyusunan perencanaan perusahan
2.      pengendalian intern perusahaan
3.      pengambilan keputusan
4.      mengetauhi posisi keuangan
5.      mengetauhi prospek perusahaan pada masa yang akan datang
6.      memberi pertanggung jawaban kepada bebagai pihak di luar perusahaan antara lain pemilik, bank, pemerintah, dan pegawai   
v  Bidang akuntansi
a.       Akuntansi umum/keuangan (general accounting/ financial accaounting), yaitu akuntansi yang bertujuan untuk menyajikan laporan keuangan kepada para pemakai (intern maupun ekstern)
b.      Akuntansi manajemen (management accounting), yaitu akuntansi yang bertujuan untuk membantu manjemen dalam perencanaan maupun pengendalian perusahan.
c.       Akuntansi biaya (cost accounting ) yaitu bidang akuntansi yang menekankan perhitungan harga pokok barang dan jasa yang diproduksi suatu perusahaan.
d.      Pemeriksaan akuntansi (auditing) yaitu bidang akuntansi yang tujuan utamanya untuk memeriksa laporan keuangan yang disajikan akuntansi keuangan, apakah sudah layak apa belum
e.       Akuntansi perpajakan (tax accounting) yaitu akuntansi yang tujuan utamanya menhitung besarnya pajak yang harus dibayar oleh perusahaan.
f.       System akuntansi (accounting system) yaitu akuntansi yang tujuan utamanya untuk merancang dan melaksanakan system akuntansi yang baik dilingkungan perusahaan
g.      Akuntansi pengangaran (budgetary accounting) yaitu akuntansi yang tujuan utamanya untuk menyusun anggaran (beban dan pendapatan) perusahaan.
h.      Akuntansi pemerintahan (government accounting) yaitu akuntansi yang menkhususkan pada kegiatan pencatatan dan pelaporan transaksi-transaksi yang terjadi pada badan-badan pemerintah.   
v  Profesi akuntansi
Berdasarkan profesinya terdapat lima macam akuntan seperti berikut
a.       Akuntan public /ekstern yaitu akuntan professional yang memberikan jasanya kepada perusahaan dengan imbalan pembayaran atas izin Negara yang berpraktik sebagai akuntan swasta. Jasa yang diberikan akuntan public, antara lain pemeriksaan laporan keuangan, jasa perpajakan, jasa penyusunan system akuntansi, jasa penyusunan laporan keuangan untuk memperoleh kredit, studi kelayakan, dan jasa pembukuan.    
b.      Akuntan manajemen yaitu akunan yang memberikan jasa di bidang manajemen
c.       Akuntan pemerintah yaitu akuntan yang mengabdikan dirinya pada lembaga pemerintah seperti pada badan pengawas keuangan dan pembangunan (BPKP)
d.      Akuntan intern yaitu akuntan yang bekerja untuk suatu perusahaan atau organisasi tertentu.
e.       Akuntan pendidik yaitu akuntan yang mengabdikan dirinya melalui jalur pendidikan khususnya akuntansi
v  Penyusunan prinsip-prisip akuntansi
Fungsi akuntansi adalah menyediakan data yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan. Agar pungsi akuntansi itu dapat tercapai maka disususn prinsip akuntansi. Penyusunan prinsip akuntansi di dasarkan pada asumsi-asumsi dan konsep-konsep dasar. Prinsip akuntansi yang berlaku biasanya dapat diterapkan melalui berbagai metode dan prosedur. Asumsi dasar merupakan aspek dari lingkungan dimana akuntansi itu dilaksanakan dan konsep dasar merupakan pedoman dalam menyusun prinsip akuntansi.
1.      Asumsi dasar
·         Kesatuan usaha (economic entity)
Perusahaan dipandang sebagai suatu unit usaha yang berdiri sendiri, terpisah dari pemiliknya.
·         Kontinuitas usaha (going concern)
Menganggap bahawa suatu Perusahaan itu akan hidup terus, dalam arti diharapkan tidak akan terjadi likuidasi dimasa akan dating. 
·         Penggunaan unit moneter dalam pencatatan
Pencatatan dengan menggunakan ukuran mata uang pada saat terjadinya suatu transaksi disebut pencatatan yang didasarkan pada biaya histories. 
·         Periode akuntansi (time-period)
Kegiatan perusahaan berjalan terus dari periode yang satu ke periode yang lain dengan volume dan laba yang berbeda.
2.      Konsep dasar
·         Prinsip biaya histories (historical cost principle)
Prinsip ini menghendaki digunakannya harga perolehan dalam mencatat aktiva, utang, modal dan biaya. 
·         Prinsip pengakuan pendapatan (revenue recognition principle)
Dasar yang digunakan untuk mengukur besarnya pendapatan adalah jumlah kas atau equivalaennya yang diterima dari transaksi penjualan dengan pihak yang bebas.
·         Prinsip mempertemukan (matching principle)
Adalah mempertemukan biaya dengan pendapatan yang timbul karena biaya tersebut.
·         Prinsip konsistensi (consistency principle)
·         Prinsip pengungkapan lengkap (full disclousure principle)
Adalah menyajika informasi yang lengkap dalam laporan keuangan.

v  Penggolongan perusahaan
Penggolonan perusahaan dapat ditinjau menurut operasi dan badan hukumnya.
a.       Menurut operasinya perusahaan di bagi sebagai berikut
1.      Perusahaan Jasa
Perusahaan jasa adalah perusahaan yang bergerak dalam pemberian jasa kepada pihak lain.
2.      Perusahaan Dagang
Perusahaan perdagangan adalah perusahaan yang membeli barang/produk dan kemudian menjual barang / produk tersebut tanpa merubah sifat/bentuk produk tersebut.
3.      Perusahaan Pabrikasi/Manufaktur
Perusahaan pabrikasi/manufaktur adalah perusahaan yang mengolah bahan baku/ mentah kemudian memperoses sehingga terjadi produk/barang baru dan menjual kepada pihak lain.
b.      Menurut badan hukum
Ditinjau dari segi hukumnya perusahaan di bagi sebagai berikut
1.      Perusahaan perseorangan
Perusahaan perseorangan adalah perusahaan yang dimiliki oleh satu orang yang biasanya bertindak juga sebagai menejer. Perusahaan perseorangan tidak berbadan hukun sehingga pemilik bertanggung jawab secara pribadi atas kewajiban-kewajiban perusahaan.
2.      Perusahan firma
Perusahaan firma adalah persekutuan yang didirikan untuk menjalankan perusahaan dibawah satu nama bersama (firma). Tiap anggota firma mempunyai kedudukan yang sama, dantanggung jawabnya langsung/pribadi.
3.      Perusahaan komanditer
Persekutuan komanditer adalah persekutuan yang didalamnya terdapat seorang atau lebih yang bertanggung jawab penuh dan mempunyai tanggung jawab terbatas sebesar jumlah modal disetorkan.
4.      Perusahaan Terbatas
Perseroan terbatas adalah persekutuan yang dimiliki oleh beberapa orang yang kepemilikannya dinyatakan dengan saham.  Perseroan terbatas merupakan badan hokum karena terpisah antara harta perusahaan dengan harta pribadi masing-masing pemilik.
5.      Koperasi
Koperasi merupakan suatu bentuk kerja sama untuk mencapai tujuan bersama berdasarkan asaskekeluargaan. Bentuk ini merupakan badan hokum.
v  Pengertian transaksi keuangan
Transaksi keuangan adalah kegiaan ekonomi suatu unit organisasi atau kejadian yang menyangkut unit organisasi yang diukur dengan jumlah rupiah dan dicatat dalam akuntansi.
Transaksi keuangan digolongkan sebagai berikut.
A.    Transaksi Ekternal
Transaksi ekternal adalah Transaksi yang terjadi antara perusahaan dengan pihak luar perusahaan. Biasanya dikatakan sebagai transaksi
B.     Transaksi Internal
Transaksi internal adalah transaksi yang terjadi dalam unit perusahaan sendiri, tidak berhubungan dengan pihak luar perusahaan. Biasanya dikatakan sebagai kejadian.
v  Pengertian Akun (perkiraan)
Akun (perkiraan) adalah kartu/formulir untuk mencatat/ menghitung bertambah maupun berkurangnya jenis aktiva, kewajiban, modal, beban, maupun pendapatan.  
v  Penggolongan Akun
Pada dasarnya penggolongan jenis akun dalam akuntansi ada lima jenis yaitu sebagai berikut:
·         Aktiva /harta /asset adalah kekayaan yang diniliki oleh perusahaan yang dinyatakan dalam satuan uang.
Ø  Harta lancar adalah semua harta perusahaan yang berupa uang tunai dan harta lain yang mudah di cairkan menjadi uang tunai atau harta yang akan berkurang bahkan habis jika digunakan oleh perusahaan dalam satu periode akuntansi.
o   Kas (cash) adalah uang tunai dan alat pembayaran lain yang dapat disamakan dengan uang tunai.
o   Surat berharga (investasi jangka pendek)(marketable security) adalah investasi dalam efek-efek atau surat berharga yang dimiliki dan dapat diperjualbelikan dan bukan untuk tujuan penanaman modal jangka panjang.
o   Piutang dagang (usaha) (account receivable) adalah tagihan dari suatu perusahaan kepada para pelanggan yang jangka waktunya tidak melebihi satu periode akuntansi.
o   piutang wesel (note receivable) adalah surat perjanjian atau surat perintah membayar sejumlah uang pada tanggal tertentu pada pihak ketiga.
o   Piutang pegawai, anak perusahaan dan pihak lain, jika akan diterima dalam satu tahun
o   Piutang angsuran dan piutang wesel angsuran
o   Persediaan barang dagangan adal barang-barang yang dibeli dan ditujukan untuk dijual kembali tanpa ada perobahan bentuk.
o   Biaya-biaya (beban) yang dibayar dimuka (prepaid expense) adalah beban yang telah di bayar, tetapi manpaatnya akan dirasakan oleh perusahaan pada waktu yang akan datang. seperti asuransi, bunga, sewa, pajak, bahan pembantu dan lain-lain.  
Ø  Investasi jangka panjang
a. Investasi dalam surat berharga (sham dan obligasi)
b. Investasi dalam anak perusahaan
c. Investasi dalam aktiva tetap berwujud
d. Penyisihan dana
Ø  Harta tetap berwujud
Harta tetap berwujud adalah harta yang berwujud, mempunyai nilai yang relatif tetap, mempunyai umur ekonomis lebih dari satu periode akuntansi dan tidak untuk dijual kembali. Misalnya tanah, bangunan, mesin dan lain-lain. 
Ø  Harta tetap tidak berwujud (intangible Asset) yaitu harta selain harta lancer dan harta tetap yang dimiliki oleh perusahaan yang wujudnya tidak kelihatan, akan tetapi manfaatnya dapat dirasakan oleh perusahaan tersebut. Misalnya
o   Good will yaitu nama baik yang melekat pada suatu perusahaan.
o   Hak paten yaitu hak istimewa yang diberikan oleh pemerintah kepada perusahaan untuk menggunakan dan mengendalikan suatu penemuan.
o   Trade mark/merek dagang yaitu hak yang diberikan oleh pemerintah kepada perusahaan untuk memberikan merek aas barang dan jasa yang dihasilkan.
o   Hak cipta yaitu hak yang diberikan oleh pemerintah kepada seseorang atau lembaga atas karya yang dihasilkan serta berhak untuk menggunakan cap, logo, nama dan lambing.
o   Waralaba (franchise) yaitu hak tunggal yang diperoleh suatu perusahaan dari perusahaan lain untukmengomersialkan produk, proses atau resep tertentu.     
Ø  Harta lain-lain adalah harta yang tidak tergolong pada harta lancer maupun harta teatap berwujud maupun tidak berwujud.
·         Kewajiban / utang adalah sejumlah uang yang harus dibayar oleh perusahaan kepada   pihak lain pada waktu yang akan dating dalam jangka waktu tertentu
Ø  Utang lancar (utang jangka pendek) yaitu kewajiban yang harus dibayar oleh perusahaan dalam jangka waktu kurang dari satu tahun atau kurang dari satu periode akuntansi.
o   Utang dagang/utang usaha yaitu kewajiban yang timbul dari aktivitas atau operasi perusahaan.
o   Utang wesel/wesel bayar yaitu kewajiban yang timbul karena perusahaan menerbitkan wesel kepada pihak lain.
o   Taksiran utang pajak
o   Utang biaya
o   Utang lain-lain
o   Beban yang masih harus di bayar (accrued expense) yaitu kewajiban yang timbul karena perusahaan telah memanfaatkan atau merasakan suatu jasa atau fasilitas tertentu tetapi belum dibayar.
o   Pendapatan yang diterima di muka (defered revenue) yaitu pendapatan yang telah diterima perusahaan akan tetapi belum diakui pada periode yang bersangkutan.
Ø  Utang jangka panjang yaitu kewajiban perusahaan yang harus dibayarkan kepada pihak lain dalam jangka waktu lebih dari satu tahun atau lebih dari satu periode. Misalnya
a)      Utang hipotek (mortgage payable) yaitu pinjaman perusahaan kepada pihak lain dengan jaminan barang-barang tak bergerak.
b)      Utang obligasi (bond payable) yaitu pinjaman perusahaan kepada pihak lain dengan cara menerbitkan surat obligasi kepada pihak lain tersebut
Ø  Utang lain-lain adalah utang yang tidak tergolong pada utang lancer dan utang jangka panjang.
·         Modal /Ekuitas yaitu hak milik bersih kekayaan perusahaan yang diperoleh dengan cara mengurangi aktiva dengan kewajiban.
v  Modal saham yang disetor
v  Agio/disagio saham
v  Cadangan-cadangan
v  Laba tidak dibagi
·         Pendapatan
Pendapatan dapat digolongkan sebagai berikut
Ø  Pendapatan oprasional/usaha
Ø  Pendapatan non oprasional/sampingan
·         Beban
Beban dapat digolongkan menjadi
Ø  Beban oprasional / usaha
Ø  Beban non oprasional / sampingan
Guna penyusunan laporan keuangan untuk kelima jenis akun diatas dikelompokan sebagai berikut:
*      Kelompok akun riil atau neraca  (aktiva, kewajiban/ utang dan modal)
*      Kelompok akun nominal atau Laba/Rugi (beban dan pendapatan)
v  Kode Akun
Akun berdasarkan kodenya dapat dibagi menjadi empat yaitu
·         Kode Numerical/ Numerik adalah suatu cara pemberian kode akun dengan memberikan nomor pada akun – akun yang ada.
·         Kode decimal adalah kode akun dengan angka (sama dengan kode numeric) tetapi untuk beberapa akun ditambah dengan angka desimalnya.
·         Kode mnemonic adalah pemberian kode akun dengan abjad /huruf.
·         Kode kombinasi hurup dan angka (campuran) adalah pemberian kode akun dengan menggunakan abjad dan angka.
v  Pengertian laporan keuangan
Laporan keuangan (financial statement) adalah hasil akhir suatu proses kegiatan akuntansi dan merupakan suatu ringkasan transaksi keuangan.
Laporan keuangan meliputi hal-hal sebagai berikut
a)      Laporan laba /rugi (income statement) yaitu laporan yang menunjukan pendapatan dan beban dari suatu perusahaan dalm suatu periode akuntansi.
b)      Laporan perubahan modal (capital statement) yaitu laporan yang menunjukan sebab-sebab adanya perubahan modal dalam suatu periode akuntansi. Apabila dalam sebuah perusahaan dengan bentuk PT. tidak terdapat laporan perubahan modal, maka disusun laporan laba ditahan (returned earning statement) artinya laporan yang menunujukan sebab-sebab adanya perubahan laba yang ditahan.
c)      Neraca (balance sheet ) yaitu laporan yang menunukan posisi keuangan perusahaan pada akhir periode yakni tentang harta, utang/kewajiban, dan modal.
d)     Laporan arus kas (cashflow statement) yaitu laporan keuangan yang menyajikan informasi tentang peneriman dan pengeluaran kas suatu perusahaan selama suatu periode.
v  Tujuan laporan keuangan
Tujuan laporan keuangan yaitu
a)      Memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya mengenai aktiva dan kewajiban serta modal suatu perusahan.
b)      Memberikan informasi yang dapat dipercaya mengenai perubahan dalam aktiva neto suatu perusahaan yang timbul dari kegiatan usaha dalam rangka memperoleh laba.
c)      Memberikan informasi keuangan yang membantu para pemakai laporan dalam menaksir potensi perusahaan dalam menghasilkan laba.
d)     Memberikan informasi penting lainnya mengenai perubahan dalam aktiva dan kewajiban suatu perusahaan seperti informasi mengenai aktifitas pembiayaan dan investasi.
e)      Mengungkapkan sejauh mungkin informasi lain yang berhubungan dengan laporan keuangan yang relevan untuk kebutuhan pemakai laporan.
v  Tahapan – tahapan penyusunan laporan keuangan
Tahapan –tahapan dalam penyusunan laporan keuangan adalah
a)      Pengidentifikasian dan pengukuran transaksi
Kegiatan identifikasi dilakukan terhadap transaksi atau kejadian yang berhubungan dengan tindakan yang telah diselesaikan dan berkaitan dengan kejadian ekonomi. Setiap kejadian yang terjadi di perusahaan dibedakan antara kejadian ekonomi dan bukan ekonomi. Setiap kejadian ekonomi yang terjadi di perusahaan untuk dapat dicatat dalam akuntansi harus dapat diukur dengan uang. Adapun kejadian ekonomi yang tidak dapat diukur dengan uang tidak perlu dicatat dalam akuntansi, misalnya promosi pegawai. 
b)      Pemprosesan transaksi
Tahapan-tahapan pemerosesan transaksi adalah
1.      Pencatatan (recording) dan penggolongan (classifying)
Kegiatan dalam pencatatan dan penggolongan ini adalah
-          Membuat atau menerima bukti untuk transaksi/kejadian
-          Mencatat bukti transaksi /kejadian ke dalam jurnal
-          Memindahkan atau posting dari jurnal ke buku besar
2.      Pengikhtisaran (summarizing)
kegitan dalam pengikhtisran adalah
-          Penyusunan neraca sisa /saldo
-          Pembuatan jurnal penyesuaian
-          Penyusunan kertas kerja / neraca lajur/ worksheet
-          Pembuatan jurnal penutup
-          Penyusunan neraca sisa/saldo setelah penutupan
-          Pembutan jurnal pembalik
c)      Pelaporan transaksi
Pelaporan transaksi yaitu menyusun laporan keuangan yang terdiri dari Laporan L/R, Perubahan Modal (perusahaan perorangan) atau Perubahan Laba Ditahan (Perusahaan PT), Neraca , Laporan Arus Kas.
d)     Analisis dan penapsiran
Menganalisa seluruh laporan keuangan yang telah disusun oleh akuntan perusahaan untuk dijadikan sebagai informasi bagi manajemen dalam penganbilan keputusan.
            Bagan Siklus akuntansi
            Lihat gambar siklus akuntansi  di belakang
v  Bukti pencatatan
Bukti pencatatan ada dua jenis yaitu
a)      Bukti pencatatan intern yaitu bukti pencatatan yang dibuat perusahaan untuk kepentingan perusahaan sendiri. Bukti transaksinya adalah Memo yaitu bukti transaksi yang dibuat untuk kebutuhab intern perusahaan. Bon yaitu bukti pengambilan baik uang maupun barang dengan kewajiban mengembalikan. Bukti kas masuk yaitu bukti penerimaan tunai. Bukti kas keluar yaitu bukti pengeluaran uang tunai. Contoh transaksinya yaitu pemakaian perlengkapan, penghitungan depresiasi aktiva tetap DLL.
b)      Bukti pencatatan ekstern yaitu buti pencataan yang dibuat/ diterima dari/ untuk pihak diluar perusahaan. Diantaranya yaitu
1.      Kuitansi yaitu surat bukti penerimaan uang yang ditandatangani oleh penerima uang dan diberikan kepada yang membayar uang tersebut.
2.      Faktur yaitu bukti pembelian atau penjualan yang dilakukan secara kredit.
3.      Cek yaitu surat perintah tertulis pemegang rekening kepada bank untuk membayar sejumlah uang tertentu kepada orang yang namanya tertulis dalam surat tersebut.
4.      Nota kontan yaitu bukti pembelian dan penjualan secara kredit.
5.      Nota debit yaitu bukti transaksi yang dibuat oleh pembeli sebagai pemberitahuan adanya pengembalian barang karena rusak atau tidak sesuai pesanan.
6.      Nota kredit yaitu bukti transaksi yang dibuat oleh penjual tentang penerimaan kembali barang karena rusak atau tidak sesuai dengan pesanan.
v  Analisis bukti pencatatan
Persamaan akuntansi adalah  HARTA(AKTIVA) = KEWAJIABAN + MODAL ATAU HARTA (AKTIVA) = VASIVA .
Perusahaan dikatakan laba jika jumlah pendapatan lebih besar dari jumlah beban.
Perusahaan dikatakan rugi jika jumlah pendapatan lebih kecil dari jumlah beban.
Keterangan
Debet
Kredit
Aktiva
Bertambah
Berkuarang
Utang
Berkurang
Bertambah
Modal
Berkurang
Bertambah
Pendapatan
Berkurang
Bertambah
Beban
Bertambah
berkurang
Prive
Bertambah
Berkurang

v  Pengertian jurnal
Jurnal adalah buku harian untuk mencatat transaksi maupun kejadian keuangan pada suatu perusahaan secara kronologis (urutan tanggal). Jurnal dikatakan sebagai “Book of Original Entry”. Karena buku harian jurnal merupakan buku yang pertama kali mencatat transaksi yang berasal dari dokumen sumber / asli.
v  Fungsi jurnal (general )
Jurnal mempunyai pungsi sebagai berikut yaitu:
a)      Fungsi mencatat yaitu mencatat semua transaksi maupun kejadian yang ada pada suatu perusahaan tanpa kecuali.
b)      Fungsi histories yaitu mencatat semua transaksi maupun kejadian secara kronologis (runtut).
c)      Fungsi analisis yaitu menentukan jenis akun yang didebet dan dikredit dari transaksi yang terjadi
d)     Fungsi intruksi yaitu memerintahkan transaksi yang sudah di analisis tersebut untuk dipindah bukukan ke buku besar yang bersangkutan sesuai dengan jumlahnya.
e)      Fungsi informative yaitu memberikan keterangan tentang transaksi maupun kejadian yang terjadi dis uatu perusahaan.
v  Macam- macam jurnal
Ada dua bentuk jurnal yang dapat dipergunakan perusahaan yaitu
a)      Jurnal umum (jurnal memorial, jurnal penyesuaian, jurnal penutup, jurnal koreksi, jurnal pembalik)
b)      Jurnala khusus (jurnal pembelian, jurnal penjualan, jurnal pengeluaran kas, jurnal penerimaan kas)  
v  Pengertian jurnal khusus dan jurnal umum
Jurnal khusus adalah jurnal yang dirancang secara khusus untuk mencatat transaksi yang bersifat sama dan sering terjadi atau berulang-ulang dengan tujuan agar dapat bekerja secara efektif dan efisien. Yang termasuk dalam jurnal ini adalah
1. Jurnal pembelian (purchases journal ) adalah buku jurnal yang digunakan untuk mencatat semua transaksi pembelian secra kredit, baik pembelian barang dagangan maupun pembelian bukan barang dagangan.
  • Pembelian persediaan secara kredit
Pembelian / Persediaan
            Utang dagang
  • Pembelian aktiva secara kredit
Aktiva (mesin)
            Utang (mesin)
2. Jurnal penjualan ( sales journal) adalah buku jurnal yang digunakan untuk mencatat semua transaksi penjualan barang dagangan atau aktiva lainya secara kredit
  • Penjualan persediaan secara kredit
Piutag dagang
            Penjualan barang dagangan
  • Penjualan aktiva secara kredit
Piutang (mesin)
            Penjualan (mesin)
3.Jurnal penerimaan kas (cash receipt journal) adalah buku jurnal yang digunakan untuk mencatat semua transaksi penerimaan uang atau uang tunai)
  • Penjualan persedeiaan secara tunai
Kas
            Penjualan barang dagangan
  • Pelunasan piutang tanpa potongn dan pelunasan piutang dengan potongan
Kas
            Piutang dagang
Kas
Potongan penjualan
            Piutang dagang
  • Penjualan aktiva secara tunai
Kas
            Aktiva (mesin)
  • Retur pembelian tunai
Kas
            Retur pembelian
  • Penerimaan pendapatan bunga
Kas
            Pendapatan bunga
4. Jurnal pengeluaran kas (cash payment journal) adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat semua transaksi pengeluaran uang kas/pembayaran tunai.
  • Pembelian persediaan secara tunai
Pembelian
            Kas
  • Pelunasan utang dagang
Utang dagang
            kas
  • Pembelian aktiva secara tunai
Mesin
            kas
  • Pengambilan uang tunai untuk pribadi
Prive
            Kas
  • Retur penjualan secara tunai
Retur penjualan
            Kas
  • Pembayaran beban
Beban
            Kas

Jurnal umum (general journal) adalah buku jurnal yang digunakan untuk mencatat semua transaksi yang tidak dapat dicatat dalam keempat jurnal khusus. Yaitu jurnal memorial (untuk mencatat transaksi yang tidak dapat dicatat dalam jurnal khusus misalnya retur pembelian dan penjualan secara kredit, perubahan piutang atau utang menjadi wesel) jurnal penyesuaian, jurnal koreksi, jurnal penutup, jurnal pembalik.
v  Pengertian dan tujuan rekapitulasi jurnal khusus dan jurnal memorial
Rekapitulasi jurnak khusus dan jurnal memorial adalah suatu ringkasan atau ikhtisar dari jurnal khusus dan jurnal memorial yang ada dan disususn pada setiap periode.
Tujuan rekapitulasi jurnal khusus dan jurnal memorial adalah untuk memudahkan posting atau memindahkan dari jurnal ke buku besar, baik buku besar utama atau buku besar pembantu
v  Pengertian buku besar
Dalam akuntansi perusahaan dagang ada dua jenis buku besar yaitu
Buku besar utama (leadger) yaitu kumpulan perkiraan- perkiraan yang berfungsi sebagai tempat untuk mencatat perubahan harta, utang, modal, pendapatan, dan beban.
Buku besar pembantu (subsidiary leadger) yaitu kumpulan perkiraan yang berisi rincian dari perkiraan buku besar utama. Buku besar pembantu terdiri dari
a. Buku besar pembantu piutang adalah buku tempat mencatat rincian piutang perusahaan menurut nama pelanggan atau debitur. Sumber pencatatannya yaitu jurnal penjualan, jurnal memorial/umum, jurnal penerimaan kas.
b. Buku besar pembantu utang adalah buku tempat mencatat rincian utang perusahaan menurut nam kreditur. Sumber pencatatannya yaitu jurnal pembelian, jurnal memorial/umum, jurnal pengeluaran kas.
c. Buku besar pembantu persediaan adalah buku tempat mencatat secara rinci persediaan barang dagangan baik jenis, jumlah, harga per unit, maupun harga pokok secara keseluruhan. Sumber pencatatannya yaitu  
v  Bentuk-bentuk buku besar
Akun buku besar utama dapat disajikan dalam beberapa bentuk yaitu
a.       Bentuk T
b.      Bentuk dua kolom
c.       Bentuk tiga kolom
d.      Bentuk empat kolom
v  Pengertian neraca sisa / saldo
Neraca sisa/saldo adalahsuatu daftar yang berisi saldo-saldo akun yang terdapat pada buku besar, yang diurutkan secara sistematis (menurut urutan nomor akun)dan dibuat pada saat tertentu(akhir periode). 
v  Tujuan penyusunan  neraca sisa/ saldo
Tujuan neraca saldo/sisa adalah
a)      Mengetahui keseimbangan antara sisi debit dan sisi kredit dari semua akun yang terdapat pada buku besar pada akhir periode akuntansi.
b)      Sebagai awal informasi dari penyusunan laporan keuangan baik berupa laporan lab/rugi, laporan perubahan modal, maupun neraca masih bersifat sementara, karena masih ada penyesuaian bila terjadi hal yang tidal dalam keadaan sebenarnya.
v  Pengertian jurnal penyesuaian
Jurnal penyesuaian (adjustment journal) adalah jurnal untuk mengadakan catatan-catatan dengan keadaan atau fakta yang sebenarnya pada akhir periode.
v  Pos-pos atau akun-akun yang biasanya perlu disesuaikan pada akhir periode
Pos-pos atau akun yang biasa disesuaikan yaitu
·         Persediaan
Pencatatan persediaan memiliki dua metode yaitu metode fisik dan perpetual.
Metode perpetual tidak perlu adanya jurnal penyesuaian kecuali ada selisih antara saldo fisik dengan saldo perpetual.
Metode fisik perlu ada jurnal penyesuaian, untuk menyesuaikan pesediaan bisa dilakukan dengan:
1. Metode ikhtisar L/R
a.Menyesuaikan persediaan barang dagangan awal dengan ikhtisar laba /rugi
            Ikhtisar laba rugi
                        Persediaan barang dagangan
b.Menyesuaikan persediaan barang dagangan akhir dengan ikhtisar laba/rugi 
            Persediaan barang dagangan
                        Ikhtisar L/R
2. Metode Harga Pokok Penjualan.
a.Menyesuaikan persediaan barang dagangan awal dengan harga pokok penjualan
            harga pokok penjualan
                        persediaan barang dagangan
b.Menyesuaikan pembelian dengan harga pokok penjualan
            harga pokok penjualan
                        pembelian
c.Menyesuaikan beban angkut pembelian dengan harga pokok penjualan
            harga pokok penjualan
                        beban angkut pembelian
d.Menyesuaikan retur pembelian dengan harga pokok penjualan
            retur pembelian
                        harga pokok penjualan
e.Menyesuaikan potongan pembelian dengan harga pokok penjualan
            potongan pembelian
                        harga pokok penjualan
f.Menyesuaikan persediaan barang dagangan akhir dengan harga pokok penjualan
            persediaan barang dagangan
                        harga pokok penjualan
·         Biaya di bayar di muka adalah biaya-biaya yang sudah di bayar tetapi belum dibebankan sebagai biaya pada periode itu.
a.       beban dibayar dimuka dicatat sebagai harta. Jurnal penyesuaiannya
Beban……….
            ………dibayar dimuka
b.      beban dibayar dimuka dicatat sebagai beban. Jurnal penyesuaian
…….dibayar di muka
            beban…….
·         Pendapatan yang diterima dimuka adalah penerimaan dari pendapatan tetapi bukan merupakan pendapatan untuk periode tersebut
a.pendapatan diterima dimuka dicatat sebagai kewajiban
            ….diterima dimuka
                        pendapatan ….
b.pendapatan diterima di muka dicatat sebagai pendapatan
            pendapatan……
                        …..diterima dimuka
·         Utang biaya (biaya yang masih akan dibayar) adalah biaya-biaya yang sudah terjadi tetapi belum dibayar dan belum dicatat dalam rekening2.
Beban…….
            Utang ……
·         Piutang pendapatan adalah pendapatan yang sudah diperoleh tetapi masih belum diterima dan belum dicatat dalam rekening-rekening.
Piutang …….
            Pendapatan …..
·         Pemakaian perlengkapan adalah perlengkapan yang telah digunakan perusahaan tetapi pemakaian perlengkapan tersebut belum dicatat.
Beban perlengkapan
            perlengkapan
·         Biaya depresiasi adalah alokasi harga perolehan aktiva tetap yang dibebankan pada suatu periode tertentu
Beban penyusutan ….
            Akumulasi penyusutan …
·         Kerugian piutang adalah seluruh atau sebagian dari jumlah piutang yang mungkin tidak dapat ditagih
Beban kerugian piutang dagang
            Cadangan kerugian piutang

v  Tujuan atau fungsi dari jurnal penyesuaian
Funsi atau tujuan jurnal penyesuaian adalah agar saldo-saldo harta, utang, modal, pendapatan maupun beban dalam keadaan yang sesungguhnya / sebenarnya sehingga dapat dipakai sebagai dasar penyusunan laporan keuangan yang benar.
v  Pengertian kertas kerja / neraca lajur (WORKSHEET)
Kertas kerja/ neraca lajur/ worksheet adalah suatu kertas atau formulir yang terdiri dari kolom-kolom/ lajur-lajur yang digunakan untuk memudahkanperusahaandalam menyusun laporan keuangan. 
v  Bentuk kertas kerja/ worksheet
Kertas kerja yang digunakan dalam perusahaan dagang dapat berbentuk seperti berikut
1.      kertas kerja enam kolom
2.      kertas kerja delapan kolom
3.      kertas kerja sepuluh kolom
4.      kertas kerja dua belas kolom
v  Tujuan dari dibuatnya worksheet
Tujuan dari kertas kerja yaitu
Ø  Mempermudah dalam pembuatan laporan keuangan
Ø  Mengetahui keseimbangan anatara debit dan kredit
Ø  Merupakan data-data yang akan digunakan dalam pembutan jurnal penutup, dan penyusunan neraca saldo/sisa setelah penutupan
v  Penyusunan pelaporan keuangan (financial statement)
Ø  Laporan laba rugi (income statement)
Pengertian laporan laba rugi adalah laporan yang menunjukan pendapatan dan beban pada akhir periode akuntansi. Salah satu unsure dalam laporan laba/rugi adalah harga pokok penjualan. Harga pokok penjualan (cost of good sold) adalah harga pokok dari barang-barang yang telah laku dijual selam periode tertentu. Unsur –unsur dari penentuan harga pokok penjualan yaitu persediaan barang dagangan awal, pembelian, beban angkut pembelian, retur pembelian dan pengurangan harga, potongan pembelian dan persediaan barang dagangan akhir.
Laporan laba/rugi dapat disajikan dalam dua bentuk sebagai berikut:
a)      Bentuk langsung (single step) yaitu laporan laba/rugi yang menyajikan semua pendapatan dan beban yang dijumlahkan dalam satu jumlah, kemudian dicari selisihnya untuk mendapatkan saldo laba atau saldo rugi.
b)      Bentuk bertahap (multiple step) yaitu laporan lab/rugi yang menyajikan pendapatan dan beban yang dipisahkan menjadi dua, pendapatan/ beban oprasional dan pendapatan/ beban non oprasional, selanjutnya dicari selisihnya untuk mendapatkan saldo laba atau rugi.
Ø  Laporan perubahan modal (capital statement)dan laporan laba ditahan
Laporan perubahan modal adalah laporan keuangan yang menyajikan perubahan modalsuatu perusahaan pada suatu periode akuntansi.
Perusahaan yang berbentuk perseorangan, firma, maupun perseroan komanditer (CV), akan membuat laporan perubahan modal dan perusahaan yang berbentuk perseroan terbatas (PT) akan membuat laporan laba ditahan. Laporan perubahan modal dan laba ditahan disajikan dalam bentuk stafel(report form)
Unsur -unsur laporan perubahan modal
a)      Modal pemilik awal periode akuntansi (melihat dari neraca sisa kredit)
b)      Saldo laba dan saldo rugi (dari laporan laba/rugi)
c)      Pengambilan pribadi pemilik/ prive pemilik
d)     Setoran modal atau tambahan modal (kalu ada)
e)      Modal pemilik akhir periode akuntansi
Unsur –unsur laba ditahan
a)      Laba ditahan awal periode akuntansi (melihat dari neraca sisa kredit)
b)      Saldo laba atau saldo rugi (dari laporan laba rugi)
c)      Dividen yang dibayarkan pada tahun yang berjalan
d)     Laba ditahan akhir periode akuntansi
Ø  Neraca (balance sheet)
Neraca adalah laporan keuangan yang menggambarkan posisi keuangan suatu perusahaan pada saat tertentu atau padasuatu tanggal tertentu secara sistematis.
Neraca disajikan dalam 2 (dua) bentuk yaitu
a)      Bentuk laporan (report form) adalahcara penyajian neraca dengan bentuk vertical dari atas ke bawah.
b)      Bentuk perkiraan (account form)adalah cara penyajian neraca dengan bentuk horizontal, sehingga terdapat sisi kiri/debit dan sisi kanan/kredit
Ø  Laporan arus cas (cashflow statement)
Laporan arus kas adalah laporan keuangan yang menyajikan informasi tentang penerimaan dan pengeluaran kas suatu perusahaan selama suatu periode.
Tujuan laporan arus kas adalah menyajikan informasi tentang penerimaan-penerimaan kas dan pengeluaran-pengeluaran kas sebuah perusahaan dalam satu periode tahun buku.
Isi laporan arus kas terdiri dari tiga aktivitas
1.      Aktivitas operasi (operating activities) meliputi pengaruh kas dari transaksi-transaksi yang digunakan untuk menentukan laba.
·         Penerimaan kas dari pelanggan
·         Pengeluaran kas untuk pemasok
·         Penerimaan bunga
·         Pembayaran gaji
2.      Aktivitas investasi (investing activities) meliputi pemberian dan penagiahan pinjaman serta perolehan dan pelepasan ivestasi (baik utang maupun ekuitas).
·         Penjualan property pabrik
·         Penjualan sekuritas utang
·         Penagihan pinjaman
·         Pembelian peralatan
·         Pembelian sekuritas utang
·         Pinjaman kepada pihak lain
3.      Aktivitas pembiayaan (financing activities) meliputi perolehan sumber daya dari pemilik dengan pengembalian atas dan dari investasinya, serta pinjaman dari kreditor serta pelunasannya.
·         Penerbitan sekuritas ekuitas
·         Penerbitan utang
·         Pembayaran deviden
·         Penebusan utang
·         Pembelian kembali modal saham
Format laporan arus kas
Arus kas dari aktivitas usaha                                                  XXX
Arus kas dari aktivitas investasi                                              XXX
Arus kas dari aktivitas pembiayaan                                        XXX  +
 

Kenaikan/Penurunan kas bersih                                              XXX
Kas awal tahun                                                                       XXX  +
 

Kas akhir tahun                                                                       XXX 
v  Pengertian jurnal penutup
Jurnal penutup yaitu menutup seluruh rekening atau akun nominal yaitu rekening yang berkaitan dengan pendapatan dan beban. Untuk laporan yang menggunakan metode harga pokok penjualan untuk rekening pembelian, biaya angkut pembelian, retur dan pengurangan harga serta potongan pembelian tidak lagi dibuat ayat penutupnya karena rekening-rekening tersebut saldonya sudah nol.  
v  Pos-pos atau akun-akun yang harus ditutup
Ø  Menutup rekening penghasilan (rekening yang ada disebelah kredit)
Penjualan
Pendapatan
      Ikhtisar laba rugi
Ø  Menutup rekening beban (rekening yang ada disebelah debet)
Ikhtisar laba rugi
      HPP
      Beban
      Potongan penjualan
Retur penjualan
Ø  Menutup laba jika perusahaan memperoleh laba
Ikhtisar laba rugi
      Modal
Ø  Menutup rugi jika perusahaan memperoleh rugi
Modal
      Ikhtisar laba rugi
Ø  Menutup prive (pengambilan uang untuk kepentingan pribadi)
Modal
      Prive
v  Tujuan neraca saldo setelah penutupan adalah untuk memastikan apakah keadaan akun dalam buku besar telah dalam keadaan seimbang.
v  Pengertian neraca sisa / saldo setelah penutupan adalah kumpulan akun-akun atau rekening riil (aktiva, kewajiban dan modal) setelah terjadi penutupan seluruh rekening nominal (pendapatan dan beban).
v  Pengertian jurnal pembalik
Jurnal pembalik ( reversing journal) adalah jurnal untuk membalik kembali jurnal penyesuaian yang mempengaruhi pencatatan transaksi pada periode akuntansi berikutnya untuk dikembalikan pada akun asalnya. Jurnal pembalik dilakukan pada tanggal 1 januari (awal suatu periode akuntansi ) sebelum melakukan pencatatan pada periode tersebut. Jurnal pembalik timbul disebabkan pada akhir periode muncul adanya rekening utang ataupun piutang, beban atau pendapatan yang sebelumnya belum ada.
v  Pos-pos atau akun-akun yang harus dibalik
Akun-akun yang perlu di balik akibat adanya jurnal penyesuaian yaitu
a)      Utang biaya (biaya yang masih akan dibayar) adalah biaya-biaya yang sudah terjadi tetapi belum dibayar dan belum dicatat dalam rekening.
Missal.
Jurnal pada saat penyesuaian
Beban gaji
      Utang gaji
Maka jurnal pembaliknya
Utang gaji
      Beban gaji
b)      Pendapatan diterima dimuka apabila pendapatan tersebut pada saat transaksi dicatat dalam rekening pendapatan (bukan rekening utang).
Jurnal pada saat penyesuaian
Pendapatan sewa
      Sewa dibayar dimuka
Maka jurnal pembaliknya
Sewa dibayar dimuka
      Pendapatan sewa
c)      Beban yang dibayar di muka apabila beban tersebut pada saat transaksi dicatat dalam rekening beban (bukan rekening aktiva/harta).
Jurnal pada saat penyesuaian
Sewa dibayar dimuka
      Beban sewa
Maka jurnal pembaliknya
Beban sewa
      Sewa dibayar dimuka
d)     Piutang iutang pendapatan adalah pendapatan yang sudah diperoleh tetapi masih belum diterima dan belum dicatat dalam rekening-rekening.
Jurnal pada saat penyesuaian
Piutang pendapatan sewa
            Pendapatan sewa
     Jurnal pembaliknya
     Pendapatan sewa
            Piutang pendapatan sewa







"Yang tidak ingin itu cukup dan puas Yang ingin itu kurang dan kecewa! Yang tidak mencari akan mendapat Yang mencari akan sia-sia....! Yang ada tidak dimanfaatkan Yang tidak ada dicari-cari!"






























AKTIVA TETAP BERWUJUD (PSAKA 16, IAI 2004)

v  Aktiva tetap berwujud adalah aktiva yang berwujud yang sifatnya relatif permanen (lebih satu tahun atau satu periode) yang digunakan dalam kegiatan perusahaan yang normal.
v  Karakteristik aktiva tetap berwujud adalah:
1.      Dipergunakan untuk oprasional perusahaan dan tidak untuk di jual
2.      Memiliki masa manfaat lebih dari satu periode akuntansi atau satu siklus oprasional
3.      Memliki bentuk fisik
4.      Nilainya material
v  Pengelompokan aktiva tetap berwujud adalah:
1.      Aktiva berwujud yang umurnya tidak terbatas (tanah) tidak ada penyusutan
2.      Aktiva berwujud yang umurnya terbatas dan apabila sudah habis masa penggunaannya bisa diganti dengan aktiva yang sejenis, (mesin, bangunan dll) di depresiasiasi
3.      Aktiva berwujud yang umurnya terbatas dan apabila sudah habis masa penggunaannya tidak bisa diganti dengan aktiva yang sejenis (tambang). deplesi
v  Prinsip penilaian aktiva tetap berwujud
Aktiva tetap berwujud dinyatakan atau di catat di neraca sebesar NB(nilai buku) yaitu harga perolehan dikurangi akumulasi depresiasi (penyusutan).
Harga perolehan adalah jumlah uang yang dikeluarkan atau utang yang timbul untuk memperoleh aktiva tetap tersebut. Jika aktiva tetap di peroleh dari pertukaran maka harga pasar aktiva yang diserahkan dipakai sebgai ukuran harga perolehan aktiva yang diterima. Apabila harga pasar yang diserahkan tidak diketauhi, maka harga pasar aktiva yang diterima dicatat sebagai harga perolehan aktiva tersebut.
v  Cara-cara memperoleh aktiva tetap
1.      Pembelian tunai
a.Pembelian tunggal
b.Pembelian gabungan
2.      Pembelian angsuran
a.Pembelian tunggal
b.Pembelian gabungan
3.      Pertukaran
a.Ditukaran dengan surat berharga
b.Ditukar dengan aktiva lain (aktiva sejenis dan tidak sejenis)
4.      Diperoleh dari hadiah/donasi/sumbangan
5.      Aktiva yang dibuat sendiri
v  Perlakuan akuntansi terhadap pengeluaran –pengeluaran yang berhubungan dengan perolehan dan penggunaan  aktiva tetap dapat di bagi menjadi dua bagian yaitu:
a)      Pengeluaran modal (capital expenditures) adalah pengeluaran-pengeluaran untuk memperoleh suatu manfaat yang akan dirasakan lebih dari satu periode akuntansi. Pengeluaran seperti ini dicatat dalam rekening aktiva (dikapitalisasi)
b)      Pengeluaran pendapatan (revenue expenditures) adalah pengeluaran-pengeluaran untuk memperoleh suatu manfaat yang hanya dirasakan dalam periode akuntansi yang bersangkutan. Oleh karena itu pengeluaran-pengeluaran seperti ini dicatat dalam rekening biaya (beban)  
v  Biaya-biaya selama masa penggunaan aktiva tetap
a)      Reparasi dan pemeliharaan (repairs and maintenance)
1. Reparasi dan pemeliharaan yang terjadi berulang-ulang dan hanya dirasakan masa manfaatnya pada periode terjadinya biaya kecil maka ini termasuk pengeluaran pendapatan (dicata dalam rekening biaya/beban)
2. Reparasi dan pemeliharaan yang terjadi selang beberapa tahuin dan manfaatnya dirasakan lebih dari satu periode dan jumlahnya besar maka ini termasuk pengeluaran modal dicatat dalam rekening aktiva (dikapitalisasi)
b)      Pengembangan dan penggantian (improvement and replacement)
c)      Penambahan aktiva baru terhadap aktiva yang ada (additions)
d)     Perubahan tata letak dan pemasangan kembali (rearrangement and renstallation)
v  Penyusutan adalah pengalokasian biaya perolehan suatu aktiva sepanjang masa manfaat secara sistematik dan rasional. (PSAK 17 akuntansi penyusutan (IAIA,2004) dan PSAK 16 AT dan Aktiva lain-lain(IAI,2004))
v  Terdapat tiga (3) istilah penyusutan
Depresiasi adalah untuk penyusutan AT berwujud
Amortisasi adalah untuk penyusutan AT tidak berwujud
Deplesi adalah untuk penyusutan aktiva sumberdaya alam
v  Depresiasi adalah sebagian harga perolehan aktiva tetap berwujud yang secara sistematis di alokasikan menjadi biaya setiap periode akuntansi
v  Dalam menentukan depresiasi suatu aktiva, ada tiga faktor yang harus di tentukan,
Faktor-faktor itu adalah Harga perolehan (cost), Nilai sisa (residu) dan taksiran umur kegunaan
v  Metode Perhitungan Depresiasi
  1. Metode garis lurus
  2. metode jam jasa
  3. metode hasil produksi
  4. metode beban berkurang
·          
v  Ada beberapa hal khusus yang terjadi dalam penghitungan penyusutan
v  Deplesi
v  Perbedaan deplesi dan depresiasi
v  Untuk menghitung deplesi ada tiga (3) hal yang harus di perhatikan
v  Perhitungan


PIUTANG
v  Piutang adalah Tagihan kepada pihak lain untuk membayarkan uang dalam jumlah tertentu.
v  Berdasarkan transaksinya piutang dikelompokkan menjadi dua yaitu piutang:
a)      Piutang usaha (piutang dagang)
b)      Piutang lain-lain (piutang bukan usaha (dagang), dan piutang penghasilan)
v  Piutang usaha (dagang) adalah piutang yang timbul dari penjualan barang-barang atau jasa yang dihasilkan perusahaan.
v  Piutang lain-lain adalah piutang yang bukan berasal dari transaksi penjualan produk atau jasa utama perusahaan.
Conto-conto:
a) Piutang kepada karyawan, direksi atau pemegang saham
b) Piutang deviden hasil investasi atau piutang deviden dari anak perusahaan
c) Piutang kepada anak /induk perusahaan dll
v  Berdasarkan bentuknya piutang dibagi menjadi dua yaitu :
a) piutang tanpa janji tertulis
b) piutang dengan janji tertulis (wesel)
v  Penilaian atau pengakuan piutang adalah piutang dinyatakan sebesar jumlah bruto tagihan dikurangi dengan taksiran jumlah yang tidak dapat diterima.(PAI) jumlah piutang yang akan dicatat dalam neraca sebesar jumlah yang akan direalisasikan yaitu jumlah yang diharapkan akan dapat ditagih.
v  Pengakuan kerugian piutang
Pencatatan kerugian piutang yang tidak tertagih ini bisa dilakukan dengan dua cara::
A) Metode penghapusan langsung (Direct write- off method)
Beban piutang tak tertagih
     Piutang usaha
B) Metode cadangan piutang tak tertagih (Allowance method)
Penentuan cadangan piutang tak tertagih ini bisa dilakukan dengan dua pendekatan berikut:
a) Pendekatan laba rugi b) pendekatan neraca
v  Piutang wesel adalah piutang dengan janji tertulis
v  Piutang wesel dapat dibedakan menjadi dua (2) yaitu:
v  Mendikontokan wesel adalah meminjam uang ke bank dengan menggunakan wesel sebagi jaminan
v  Menghitung bunga wesel
v   

Perusahaan Dagang dan Jasa
Perusahaan adalah suatu organisasi yang didirikan oleh seseorang atau kelompok orang atau badan lain yang kegiatannya melakukan produksi dan distribusi baik barang aupun jasa guna memenuhi kebutuhan manusia. Perusahaan dibedakan menjadi tiga yaitu:
  1. Perusahaan dagang adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pembelian dan penjualan barang dgangan tanpa mengubah bentuik barang tersebut.
  2. Perusahaan jasa adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pelayanan jasa atau enjual jasa.
  3. Perusahaan manufaktur adalah
Perbedaan perusahaan dagang dan jasa yaitu :
·         Dilihat dari kegiatannya
1.      Perusahaan dagang kegiatannya membeli dan menjual barang dagangan
2.      Perusahaan jasa kegiatannya memberikan pelayanan jasa atau menjual jasa
·         Dilihat dari sumber pendapatannya
1.      Perusahaan dagang bersumber dari hasil penjualan barang dagangan
2.      Perusahaan jasa bersumber dari hasil penjualan jasa
·         Dilihat dari beban oprasinya
1.      perusahaan dagang terdapat beban penjualan dan beban administrasi umum
2.      Perusahaan jasa terdapat beban usaha atau beban oprasional saja.
Penctatan transaksi persediaan barang dagangan dalam perusahaan dagang ada dua metode yaitu:
1.Metode fisik
                                                PEMBELIAN                                     PENJUALAN
·         Pembelian tunai/kredit                                 Penjualan tunai/kredit
Pembelian                                                          Kas / piutang
      Kas / utang                                                           Penjualan
·         Retur pembelian yg dibeli secara tunai      Retur penjualan secara tunai
Kas                                                                     Retur penjualan
Retur pembelian                                                       Kas
·         Retur pembelian yg dibeli secara kredit    Retur penjualan secara kredit
Utang                                                                 Retur penjualan
      Retur pembelian                                                             Piutang
·         Pembayaran beban angkut                          Pembayaran beban pengiriman
Beban angkut masuk                                          Beban angkut keluar
      Kas                                                                          Kas
·         Pembayaran utang tanpa potongan            Pelunasan piutang tanpa potongan
Utang dagang                                                       Kas
      Kas                                                                  Piutang dagang
·         Pembayaran utang dengan potongan         Pelunasan piutang dengan potongan
Utang dagang                                                 Kas
      Kas                                                            Potongan penjualan
      Potongan pembelian                                              Piutang dagang

2.Metode perpetual

                        PEMBELIAN                                     PENJUALAN
·         Pembelian tunai/kredit                                  Penjualan tunai/kredit
Persediaan persediaan barang dagangan          Kas / piutang dagang
      Kas / utang dagang                                              Penjualan
                                                                          Harga pokok penjualan
                                                                                   Persediaan barang dagangan
·         Retur pembelian secara tunai                       Retur penjualan secara tunai
Kas                                                                        Retur penjualan
Retur pembelian                                                      Kas
                                                                  Persediaan barang dagangan
                                                                                Harga pokok penjualan

·         Retur pembelian secara kredit                          Retur penjualan secara kredit
Utang dagang                                                        Retur penjualan
      Retur pembelian                                                             Piutang dagang
                                                                               Persediaan barang dagangan
                                                                                             Harga pokok penjualan
·         Pembayaran beban angkut                                Pembayaran beban pengiriman
Beban angkut masuk (pembelian)                         Beban angkut keluar (penjualan)
      Kas                                                                                  Kas
·         Pembayaran utang tanpa potongan                  Pelunasan piutang tanpa potongan
Utang dagang                                                       Kas
      Kas                                                                                  Piutang dagang
·         Pembayaran utang dengan potongan               Pelunasan piutang dengan potongan
Utang dagang                                                       Kas
      Kas                                                                                  Potongan penjualan
      Potongan pembelian                                                        Piutang dagang


v  Macam-macam transaksi perusahaan dagang
1.      Pembelian barang dgangan
2.      Penjualan barang dagangan
3.      Retur pembelian dan retur penjualan
4.      Beban angkut pembelian dan beban angkut penjualan
5.      Potongan pembelian dan potongan penjualan
6.      Pembayaran atau pelunasan utang
7.      Peneriamaan pelunasan piutang
v  Syarat penyerahan barang
1.      FOB Shipping point / Franko Gudang Penjual
Artinya pembeli menanggung beban pengagkutan barang dari gudang penjual sampai ke gudang pembeli.(beban angkut pembelian)
2.      FOB Distination point / Franko Gudang Pembeli
Artinya penjual menanggung beban pengangkutan barang dari gudang penjual sampai ke gudang pembeli. (beban angkut penjualan)

v  Syarat pembayaran barang
1.      cash / tunai
2.      n/30 artinya pembayaran dilakukan paling lambat tiga puluh (30) hari setelah transaksi.
3.      EOM (end of month) artinya pembayaran dilakukan paling lambat akhir bulan
4.      2/10, n/30 artinya pembayaran dilakukan paling lambat 30 hari setelah tanggal transaksi, bila pembayaran dilakukan dalam jangka waktu 10 hari atau kurang, maka jumlah pembayaran akan dikurangi potongan 2%.






KAS
 
v  Pengertian kas adalah alat pembayaran berupa mata uang yang terdiri atas utang kertas, uang logam, dan simpanan di bank (atau tempat selain bank)yang setiap saat bisa diambil untuk digunakan bertransaksi baik berupa mata uang asing atau mata uang local. 
v  Jenis kas 
Kas dapat di bedakan menjadi tiga
·         Kas di bank (cash in bank) adalah sejumlah uang atau dana yang dimiliki perusahaan dan disimpan di bank.
·         Kas ditangan (cash on hand) adalah sejumlah uang atau dana yang dimiliki perusahan dan digunakan sebagai alat untuk pembayaran tunai yang jumlahnya besar.
·         Kas kecil (petty cash) adalah uang kas yang disediakan untuk membayar pengeluaran yang jumlahnya relative kecil dan tidak ekonomis bila dibayar dengan cek.
v  Metode pencatatan kas kecil
Metode pencatatan kas kecil ada dua yaitu
a)      Imprest petty cash system (saldo kas tetap)
1.      Pembentukan dana kas kecil
Kas kecil
      Kas 
2.      Penggunaan dana kas kecil
Tidak dijurnal, seluruh bukti-bukti transaksi disimpan 
3.      Pengisian kembalai dana kas kecil
Beban (expense)
      Kas 
4.      Terjadi dana kas kecil lebih kecil dari pada catatan kas kecil
Kas kurang/kerugian
       Kas kecil   
5.      Penurunan jumlah kas kecil 
Kas 
     Kas kecil
6.      Penambhan jumlah kas kecil
7.      pada akhir periode, jika ada 
Kas kecil
      Kas 
b)      Metode fluktuasi (floating petty cash system) (saldo kas berubah-ubah)
1.      Pembentukan dana kas kecil
Kas kecil
       Kas  
2.      Penggunan dana kas kecil
      Beban 
             Kas kecil
3.      Pengisian kembali dan penambahan kas kecil
Kas kecil
       Kas 
v  Rekonsiliasi bank 
Rekonsiliasi bank yaitu suatu aktifitas untuk menentukan saldo bank yang benar, akibat adanya perbedaan saldo di bank dengan saldo kas perusahaan.
Ø  Perbedaan saldo disebabkan beberapa hal 
a.       Elemen–elemen yang oleh perusahaan sudah dicatat sebagai penerimaan uang tetapi belum dicatat oleh bank
§  Setoran dalam perjalanan ( deposit in transit)
§  Cek yang beredar atau cek dalam perjalanan (outstanding check)
b.      Elemen-elemen yang belum dicatat perusahaan tetapi bank sudah mencatat
§  Penerimaan kas melalui bank
§  Beban bank atau biaya administrasi bank
§  Pendapatan bunga atau jasa giro
§  Cek kosong dari konsumen atau debitur
§  Cek dikembalikan kepada penyetor karena alas an lain (bukan cek kosong)
c.       Kesalahan pencatatan baik oleh bank maupun perusahaan 
Ø  Rekonsiliasi bank dapat dibuat dalam dua macam cara yang berbeda
 
Ø  Tahap-tahap penyusunan rekonsiliasi bank adalah sebagai berikut
Ø  Selisih kas yaitu jika jumlah uang yang ada ternyata tidak sesuai dengan catatan kas maka selisihnya dicatat dalam rekening selisih kas dan rekening lainnya adalah rekening kas.
v  Alhamdulilah 
 
"Yang tidak ingin itu cukup dan puas Yang ingin itu kurang dan kecewa! Yang tidak mencari akan mendapat Yang mencari akan sia-sia....! Yang ada tidak dimanfaatkan Yang tidak ada dicari-cari!"

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar